|

|
Senin
s/d Sabtu :
(pukul
16.00 - 21.00 / perjanjian)
Minggu
:
(sesuai
perjanjian)
Komplek
Oriana Permata Bintaro F18 No. 27
Bintaro
Jaya Sektor 9
Tangerang
Selatan - Banten
Selasa
& Sabtu :
(pukul
10.00 - 15.00)
Pusat
Sehati Indonesia
Jl.
Danau Kelimutu C 3/28, Bogor Baru
(Samping
Masjid Bogor Baru) - Kota Bogor
Senin
& Kamis :
(sesuai
Perjanjian)
Regensi
Melati Mas Blok A 14 no.23
Bumi
Serpong Damai , Tangerang 15139
SIPT
: 448/77/SIPT/DINKES/XII/2010
|
|
Asi
Sedikit, Jangan Kecil Hati
Jurnal
Bogor, 1 April 2010
Rubrik:
Kesehatan
Assalammualaikum,
Pak Ferry. Saya seorang ibu yang baru saja melahirkan anak dan menyusui.
Namun karena air susu saya sedikit sehingga sering kekurangan ASI. Sekiranya
apa obat herbal yang dapat saya gunakan. Saya sangat kuatir bila tidak dapat
menyusui anak lagi karena saya juga seorang wanita pekerja yang akan mulai
bekerja beberapa bulan lagi. Terima kasih.
Sonia | 081685xxxx
Jawaban:
Walaikumsalam Wr. Wb Saudari Sonia yang dirahmati Allah SWT. Memiliki
anak adalah anugerah terindah yang diberikan Allah SWT. Dan menyusui
merupakan anugrah terbesar yang hanya dapat dilakukan oleh seorang ibu.
Sampai ada pepatah yang mengatakan ”Surga berada dibawah telapak kaki
ibu”.
Jaman sudah banyak mengalami perubahan, sehingga ASI dapat dikeluarkan dan
disimpan di wadah yang aman dan higienis untuk diberikan kembali kepada
bayi. Obat herbal yang sering digunakan adalah daun katuk, kedelai, kunyit,
temulawak, alfalfa dan biji fenugreek, daun pepaya, daun singkong, daun
kacang panjang (lembayung), dan bayam.
Yang tak kalah penting, susui bayi sesuai kebutuhan atau yang lebih dikenal
dengan konsep on demand. Kapan bayi membutuhkan, saat itu juga ASI
diberikan, tanpa kenal waktu siang ataupun malam. Pahami bahwa di
minggu-minggu awal, bayi memiliki pola menyusu tidak teratur. Namun seiring
dengan bertambahnya waktu, bayi juga akan memiliki ritme menyusui.
Jawaban di atas untuk membantu mengetahui lebih jauh mengenai kondisi
keluhan dan bukan untuk mengantikan konsultasi secara langsung. Insya Allah,
dapat memberikan manfaat dan diberikan kesembuhan segera. Silahkan
konsultasikan langsung apabila masih membutuhkan jawaban lanjut dan obat
herbal yang tersedia.
M. Ferry Wong
Nasia
Freemeta Iskandar
Sumber
: http://www.jurnalbogor.com/?p=92261
Kembang
Tahu & Daun Katuk, Genjot Prosuksi Air Susu Ibu
Jurnal
Bogor, 20 April 2010
Rubrik:
Kesehatan
Bogor -
Menurut Pakar Pengobatan Tradisional Natural Therapy Center M. Ferry Wong,
selain masalah psikologis, ternyata asupan makanan dan obat-obatan herbal
juga dapat mempengaruhi produksi Air Susu Ibu (ASI). Oleh karena itu, ibu
yang saat ini sedang menyusui sang buah hati harus mulai berhati-hati dalam
mengkonsumsi makanan maupun obat herbal.
“Sebaiknya bagi ibu menyusui hindari herbal seperti daun saga dan
peterseli karena dapat mengurangi produksi ASI. Kemudian juga adas, sebab
sifatnya mempengaruhi hormon. Lalu, lidah buaya karena bersifat sebagai
pencahar, dan terakhir daun comfrey, karena herbal ini dapat terakumulasi di
ginjal. Tentu ini tidak baik bagi kesehatan ibu dan si bayi,” terang Ferry
kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Sementara sumber makanan yang dapat melancarkan ASI salah satunya adalah
kacang kedelai. Biasanya sering diolah menjadi makanan kembang tahu. Konon,
kembang tahu dapat merangsang keluarnya ASI, sehingga sangat dianjurkan
untuk dikonsumsi oleh ibu-ibu sebelum dan sesudah melahirkan.
“Kembang tahu terkenal sebagai sumber protein pemulih kesehatan. Hal
tersebut didukung oleh tingginya kadar protein dan daya cerna dari protein
tersebut. Sama seperti kacang kedelai, kembang tahu juga memiliki komposisi
asam amino sangat baik. Asam amino yang cukup menonjol adalah lisin,”
jelas pria kelahiran Singkawang itu.
Selain kembang tahu, daun katuk juga sangat efektif untuk meningkatkan ASI.
Dan itu sudah dilakukan penelitian dengan mengambil sample ibu menyusui yang
sejak hari kedua setelah melahirkan diberi ekstrak daun katuk sebanyak 3 x
300 mg setiap hari selama 15 hari berturut-turut, produksi ASI meningkat
sebanyak 50,7 persen.
“Daun katuk mengandung protein, lemak, kalium, fosfor, besi, vitamin A,
B1, dan C yang lengkap. Dan karena kandungan nutrisi inilah membuat daun
katuk melancarkan ASI. Tanaman ini juga mengandung flavonoid, saponin, dan
tanin, yang masing-masing memiliki peran sebagai antidemam, melancarkan air
seni (diuretic), dan membersihkan darah. Ini sangat cocok dikonsumsi bagi
ibu yang baru saja melahirkan,” pungkas Ferry.
M. Ferry Wong
Nasia
Freemeta Iskandar
Sumber
: http://www.jurnalbogor.com/?p=96590
|

Komposisi
:
*
Ekstrak Sauropi
200 mg
* Ekstrak
Oleum Curcumae Zanthoriza
20 mg
* Ekstrak
Soyabean
100 mg
Box
isi : 60's kapsul
POM
TR 023 316 961
HNA
: Rp. 200.000,-
Pengiriman
melalui jasa kurir TIKI. |
FitoAsi
Manfaat
:
* Melancarkan
dan memperbanyak air susu ibu .
*
Memperbaiki nafsu makan .
* Sauropi
mengandung zat galactagogue yang bekerja merangsang
pengeluaran cairan susu ( ibu ) atau meningkatkan aliran
cairan susu ( ibu ), sehingga nutrisi bagi bayi cukup tersedia
serta menyuburkan sperma dan ovum .
* Oleum
Curcumae Zanthoriza bekerja sebagai choleresis dan cholekinesis
memperbaiki metabolisme lemak dan secara tidak langsung
memperbaiki nafsu makan yang berdampak penyediaan
energi ibu pada masa-masa laktasi tercukupi.
Cara
pemakaian :
3
x 1 kapsul |
|