SmS : 0812 8657 6168

mferrywong@yahoo.com

 

Konseling & Terapi

Home Care Therapy + Conseling

(Sesuai Perjanjian)

 

WA. 0812 8657 6168, BBM 7f9aaabc

 

SIPT : 448/77/SIPT/DINKES/XII/2010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gula Kurma Mudah Dicerna

Jurnal Bogor, Posted by Hilman Septian on Juli 31st, 2011
Rubrik : Kesehatan

 

Bogor - Setelah menahan lapar dan dahaga sekitar 14 jam, tubuh membutuhkan tenaga tambahan dalam waktu singkat. Nah, kurma salah satu bahan bakar itu, karena kandungan gula di dalamnya dapat langsung terserap, sehingga tubuh kembali segar. “Kandungan gula pada kurma berbeda dengan gula dari makanan lain. Yang harus diuraikan terlebih dulu, baru diserap tubuh. Kurma lebih mudah dicerna,” jelas Pakar Pengobatan Tradisional M. Ferry Wong kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Kurma mengandung gula sederhana dalam bentuk glukosa dan fruktosa yang mudah dicerna. Pengolahan oleh tubuh pun tidak membutuhkan waktu lama, sehingga hasil olahan berupa energi langsung dapat dipakai. Jika dibandingkan berbuka langsung dengan nasi yang membutuhkan waktu penyerapan hingga berjam-jam, kurma relatif lebih singkat yaitu sekitar 45 hingga 60 menit. “Glukosa dalam kurma mencapai 50 persen. Namun zat gula ini tidak berbahaya karena alami,” ujar Ferry.

Secara teori, air dan gula merupakan zat yang pertama kali dibutuhkan orang berpuasa setelah menahan makan dan minum. Mau tak mau kebutuhan zat ini harus segera terpenuhi saat berbuka. “Minimnya glukosa pada tubuh mengakibatkan banyak gangguan. Demikian juga berkurangnya air yang dapat melemahkan dan mengurangi daya tahan tubuh. Sementara kurma memiliki kandungan nutrisi yang bisa memenuhi kebutuhan itu,” terang Ferry.

Terkadang makan terlalu banyak pada saat berbuka puasa membuat tubuh merasa letih dan tidak bertenaga. Mengapa? Karena biasanya makanan yang dikonsumsi mengandung karbohidrat tinggi, sehingga menyebabkan kantuk.

Untuk itulah, Rasulullah SAW menganjurkan ‘berbukalah dengan yang manis’. Selain sebagai tenaga tambahan, sifat kurma mudah dicerna menjadi santapan tepat saat berbuka. Mengingat organ pencernaan, khususnya lambung dan usus membutuhkan makanan lembut setelah seharian tak tersentuh makanan.Saat berpuasa, tubuh biasanya kekurangan 20 hingga 30 persen energi jika dibandingkan pasokan biasanya. Maka untuk menambal kekurangan itu, tubuh mengambil cadangan energi dari glikogen dan lemak.

Mencegah hal ini terjadi, alasan berbuka puasa mengonsumsi makanan dengan kandungan gula sederhana, karena dapat cepat mengembalikan energi. “Selain kurma, gula sederhana juga didapat dari sirup, teh manis, atau buah-buahan manis lainnya,” papar Ferry.

Kurma juga memiliki kandungan kalium cukup tinggi. Kalium diketahui bermanfaat untuk terapi darah tinggi, mengendalikan tekanan darah, serta membersihkan karbondioksida di dalam darah. Cara kerja kalium mampu menekan garam berlebih dengan menjaga dinding pembuluh besar tetap elastis, sehingga arteri tidak mudah rusak akibat tekanan darah tinggi. “Kandungan kalium yang tinggi juga akan memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan keseimbangan cairan tubuh. Dengan demikian, konsumsi kurma akan membuat otak tetap encer di saat berpuasa dan tubuh selalu dalam keadaan bugar,” tandasnya.

= Nasia F Iskandar ; nasia@jurnas.com

Sumber : http://www.jurnalbogor.com/?p=184395