SmS : 0812 8657 6168

mferrywong@yahoo.com

 

Konseling & Terapi

Home Care Therapy + Conseling

(Sesuai Perjanjian)

 

WA. 0812 8657 6168, BBM 7f9aaabc

 

SIPT : 448/77/SIPT/DINKES/XII/2010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sindrom De Quervain dan Carpel Tunnel Syndrome

Jempolku Cedera gara-gara Gadget

by. Reza Wahyudi | Senin, 2 April 2012 | 12:29 WIB ; Sindroma

KOMPAS.com - Di era modern ini, banyak orang begitu bergantung pada kecanggihan teknologi peranti (gadget). Hidup seakan tak lengkap jika jari-jari tak menari di atas telepon seluler, iPad, atau komputer. Tapi hati-hati, jari-jari yang dipaksa bekerja melebihi kemampuannya ini bisa melukai tendon.

Anto (38) tiba-tiba panik ketika jempolnya tak bisa ditekuk ke arah dalam. Awalnya, ia mengira ibu jari tangannya itu keseleo akibat terjatuh. ”Begitu tahu jempolku tak bisa digerakkan, dokter langsung memastikan penyebabnya karena kebanyakan menggunakan telepon seluler,” kata Anto.

Dokter menyatakan Anto terkena sindrom De Quervain. Padahal, bagi Anto, jempol menjadi bagian tubuh yang paling aktif digunakan. Dengan jempolnya, Anto bekerja mengetik, berkomunikasi mengirim pesan singkat, berselancar di dunia maya, hingga bermain game.

Karena jempol tangan kanannya cedera, dokter meminta Anto istirahat total selama dua pekan. Pada tahap awal penyembuhan, ia diobati dengan injeksi steroid ke dalam pembungkus tendon untuk mengurangi peradangan. Pergelangan tangannya pun dibidai untuk mengurangi gerakan.

Seusai pelepasan bidai ternyata Anto masih merasakan sesekali sakit di tangannya. Ia pun lantas memilih membatasi penggunaan telepon seluler. ”Pantangan yang sulit dilakukan karena sehari-hari sudah sangat tergantung pada peranti-peranti itu,” keluh Anto.

Anto merasa penggunaan gadgetnya sehari-hari masih pada taraf wajar. Namun, ia mengakui sering kali mengisi waktu dengan bermain telepon seluler tiap kali terkena insomnia.

Sindrom Carpal Tunnel

Tak hanya sindrom De Quervain, penggunaan jari yang berlebihan juga bisa memunculkan sindrom Carpal Tunnel. Jempol tangan kanan dan kiri Yopi (36) didiagnosis dokter terkena sindrom Carpal Tunnel. Hingga kini, Yopi merasa tidak pernah benar-benar sembuh.

Jika tidak membatasi penggunaan telepon selulernya, rasa sakit di kedua jempol tangan yang mulai diderita sejak 2008 ini biasanya akan kambuh. Gara-gara sering kelamaan menelepon sambil tiduran, kini jari manis tangan kiri Yopi juga mulai terasa sakit dan berbunyi kletak-kletuk ketika digerakkan.

Awalnya, kedua jempol tangan Yopi bengkak memerah setelah ia bermain dengan alat pengendali game (game console) selama dua pekan berturut-turut. Tiap kali bermain game, ia biasa menghabiskan waktu tiga hingga empat jam. Jari-jarinya sempat sampai gemetar tiap kali memegang sesuatu.

Stik game (alat pengendali) yang runcing itu menekan batas antara telapak tangan dan jempol sehingga terasa sakit. Pertama kali merasa sakit, Yopi mengira tangannya keseleo. Ia pun lantas pergi ke tukang urut. Akibat diurut, kedua jempolnya justru semakin terasa sakit.

Baru sebulan setelah merasa sakit, Yopi memutuskan berobat ke dokter. Ia disarankan beristirahat total selama dua pekan dan terus-menerus mengompres jari-jarinya dengan air dingin. ”Bukan tulang yang terkena, melainkan otot tendonnya yang sobek. Jangan menggunakan jari tanpa istirahat selama lebih dari lima jam,” ujar Yopi.

 

Gaya hidup modern

Dokter Kemal Hastasubrata membenarkan bahwa gaya hidup manusia modern seperti penggunaan telepon seluler yang berlebihan bisa memicu sindrom De Quervain. Penyakit ini, menurut Kemal, menimbulkan rasa nyeri pada daerah Prossesus Stiloideus tulang Radius akibat inflamasi atau peradangan.

Akibat peradangan itu timbul bengkak pada jaringan pembungkus tendon otot Abduktor Pollicis Longus dan Ekstensor Pollicis Brevis. ”Penyakit ini bisa disembuhkan, tidak berbahaya atau mengancam nyawa, tetapi akan menyebabkan perasaan tidak nyaman sehingga mengganggu aktivitas,” kata Kemal.

Sindrom De Quervain dipicu oleh gerakan yang berulang-ulang, berlebihan, dan tidak biasa pada ibu jari seperti memeras kain dan permainan game. Selain itu, sindrom De Quervain juga bisa terjadi spontan pada wanita usia pertengahan dan ibu hamil. Dampak terburuk penyakit ini, pasien tidak dapat menggerakkan sendi pangkal ibu jari tangan.

Menurut dokter Kemal, sindrom De Quervain bisa dikenali berdasarkan keluhan pasien berupa nyeri ibu jari terutama saat adduksi pasif dari pergelangan tangan dan ibu jari. Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan nyeri tekan pada daerah pergelangan tangan. Ibu jari juga bisa mengalami nodul (benjolan).

Pemeriksaan medis dilakukan dengan tes Finkelstein, yaitu melipat ibu jari ke arah telapak tangan, ditekan oleh empat jari yang lain dan seluruh tangan ditekuk ke arah kelingking (ulnar). Pasien dengan sindrom ini akan kesulitan menggerakkan ibu jari ke arah dalam.

Dokter biasanya akan memberikan injeksi steroid dan bidai pergelangan tangan di tahapan awal. ”Pada kasus yang lebih berat diperlukan tindakan operasi dengan memotong pembungkus tendon,” tambah Kemal.

Dokter Rika Haryono menambahkan, sindrom Carpal Tunnel hampir mirip dengan sindrom De Quervain, tetapi sindrom Carpal Tunnel ini menyerang bagian tengah pergelangan tangan. Sindrom Carpal Tunnel terjadi akibat peningkatan tekanan pada saraf median dan tendon di terowongan karpal.

Gerakan berulang menekuk pergelangan tangan dan gerakan terus-menerus mencengkeram bisa memicu sindrom Carpal Tunnel. Sindrom Carpal Tunnel juga dapat disebabkan oleh kondisi medis seperti diabetes, kehamilan, dan obesitas. ”Supaya otot tidak tegang, penggunaan ponsel, dan mouse (tetikus) komputer harus diselingi istirahat,” kata Rika. (Mawar Kusuma)

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2012/04/02/12290011/Jempolku.Cedera.Gara.gara.Gadget

 

Carpal Tunnel, Penyakit Orang Kantoran

Golda | din | Jumat, 8 Januari 2010 | 10:50 WIB

KOMPAS.com - Anda pernah mendengar sindrom Carpal Tunnel? Mungkin sebagian besar dari Anda masih asing dengan kosakata tersebut. Sindrom ini sering menghinggapi para pekerja kantoran yang bersinggungan dengan keyboard komputer, atau yang menitikberatkan pada penekanan tangan. Seperti apa tanda-tandanya?

Mudah saja. Anda merasa sakit pada pergelangan tangan, merasa kebas atau mati rasa pada tangan, dan lengan merasa lemas. Jika Anda merasakan salah satu gejala itu mungkin saja Anda terkena sindrom Carpal Tunnel.

Bukan hanya orang yang bekerja di depan komputer sepanjang hari saja yang bisa terserang Sindrom Carpal Tunnel (SCT). Mereka yang salah menempatkan posisi pergelangan tangan di atas permukaan keyboard, melakukan pekerjaan yang membuat otot tangan menegang dan terbebani, juga bisa terserang SCT.

''Beban kerja pada syaraf-syaraf tangan yang terlalu berat bisa menyebabkan salah urat, sakit, rasa kebas dan lemas pada jari-jari tangan dan pergelangan tangan,'' tutur Heather Tick MD, penulis buku Life Beyond the Carpal Tunnel.  

Menggunakan komputer sepanjang hari hanya merupakan salah satu faktor yang meningkatkan resiko SCT. Mereka yang bekerja menggunakan peralatan seperti pengering rambut dan sejumlah peralatan berat lainnya juga amat mudah terserang sindrom ini.

Yang mencengangkan, perempuan yang sedang hamil dan menopause ternyata memiliki resiko yang lebih tinggi. Perubahan hormon mereka bisa menyebabkan otot-otot dan syaraf lebih kaku. Beberapa pekerjaan seperti menyulam juga bisa meningkatkan resiko SCT. SCT sendiri lebih sering diderita oleh perempuan ketimbang laki-laki, dengan perbandingan 3:1.


Cara mencegah

Kemungkinan besar, SCT tidak bisa dicegah. Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan tidak melakukan kegiatan yang tidak lazim atau kaku pada leher, bahu, dan pergelangan tangan. Saat menggunakan komputer, jangan menopangkan pergelangan tengan pada meja, buatlah tangan Anda lebih rileks.

Cara lainnya adalah dengan menghindari makanan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat seperti nasi putih, pasta, yang bisa menyebabkan peningkatan peradangan dalam tubuh kita. Akupuntur, terapi dan latihan seperti yoga dan pilates, akan sangat membantu melancarkan peredaran darah.

Sumber : WomansDay ; http://tekno.kompas.com/read/2010/01/08/10503890/Carpal.Tunnel.Penyakit.Orang.Kantoran

 

Nyeri Saraf karena Smartphone

Andrea Laksmi | Lusia Kus Anna | Senin, 20 September 2010 | 14:40 WIB

Kompas.com - Nyeri di jari tangan, rasa panas, kesemutan atau pun tangan terasa kebas merupakan gejala-gejala dari sindrom carpal tunnel. Sindrom ini sering terjadi pada mereka yang pekerjaannya memerlukan pergerakan tangan terus menerus, seperti pekerja di bagian perakitan. Akan tetapi, sindrom ini sekarang banyak menyerang orang biasa akibat penggunaan smartphone.

Para pengguna smartphone atau si ponsel pintar seperti BlackBerry, iPhone atau Nokia Communicator memang sering mengeluhkan rasa nyeri dan baal di tangannya akibat menggunakan ponsel mereka secara intens. Selain untuk menelepon, mengirim pesan, kini ponsel juga bisa digunakan untuk ngobrol (chatting), membaca situs, mengirim dan membaca email, hingga bermain games. Tak heran bila tangan para pemilik smartphone tak pernah jauh dari keypad ponselnya.

Menurut Sung Chang-hoon, dokter dari Korea mengatakan jumlah orang yang mengeluh tentang gejala serupa semakin banyak dan beberapa kasus yang parah gejalanya telah berkembang ke arah sindrom carpal tunnel.

Sindrom carpal tunnel terjadi ketika saraf medianus, yang berada dari lengan bawah ke tangan, tertekan di pergelangan tangan. Saraf medianus mengontrol sensasi ke arah sisi telapak tangan tempat jempol dan jari tangan di telapak tangan, sama seperti dorongan ke beberapa otot kecil di tangan yang memungkinkan jari-jari dan ibu jari untuk bergerak.

Menurut ahli, penyakit ini tiga kali lebih beresiko menyerang wanita karena daerah carpal tunner wanita biasanya lebih sempit dibanding milik pria. Sebelumnya, sindrom ini banyak dikeluhkan para ibu rumah tangga yang sering menggunakan tangan mereka untuk melakukan tugas sehari-hari. Namun kini makin banyak orang muda dan pria yang mengeluh gejala serupa akibat penggunaan komputer atau smartphone secara berlebihan.

"Setelah blogging atau bermain game di ponsel, Anda bisa merasakan jari telunjuk menjadi mati rasa. Karena itu Anda perlu mewaspadai terkena sindrom carpal tunnel," kata Sung. Pada orang muda, gejala ini memang tidak akan memberikan efek seketika. Namun pada orang yang berusia 40-an, disarankan untuk menghentikan kegiatannya jika muncul gejala tersebut.

Untuk mencegahnya, disarankan agar pengguna smartphone tidak menekuk pergelangan tangan ke belakang untuk waktu yang lama. Selain itu gunakan jari yang berbeda, selain jari telunjuk, ketika mengetik di keypad ponsel.

Jika Anda merasakan mati rasa atau pembengkakan di tangan Anda, Anda harus berhenti menggunakan telepon dan merilekskan tangan Anda dalam air hangat selama lima sampai 10 menit. "Anda dapat memakai splints untuk menjaga pergelangan tangan lurus dan beberapa obat anti-peradangan juga membantu," kata Sung.

Sumber : asiaone ; http://tekno.kompas.com/read/2010/09/20/14403585/Nyeri.Saraf.karena.Smartphone

 

Solusi :

* Konsultasi dengan dokter / ahlinya

* Terapi pijat Jaripunktur

* Terapi Akupunktur

* Obat Herbal pendukung

 

 

Komposisi :

*  Ekstrak Melilotus Officinalis

    Standardized Dry      15 mg

*  Ekstrak Glycin Max ( PUPC )   100 mg

 

Botol isi : 30's kapsul

POM TR 053 344 251

 

HNA : Rp. 150.000,-

 

Pengiriman melalui jasa kurir TIKI.

SoyaFlam

 

Manfaat :

* Anti Inflamasi ,  Anti Oedema

* Setelah pasca operasi

* Mengurangi gejala yang berhubungan dengan pembengkakan

   limfe dan pengurangan sirkulasi vena kronis

* Mengurangi kadar protein yang tinggi yang ada dalam edema

* Bermanfaat pada keluhan postmastectomy lymphedema pada  

   lengan dan lymphedema kronis pada kaki

* Menambah aliran zat cair gas sampai pada efek stimulasi

   langsung pada pembuluh limfe

* Meningkatkan kecepatan dan kualitas pembuluh darah vena

* Melindungi aktivitas pembuluh darah kapiler

* Membantu menurunkan berat badan karena oedema

 

 

Cara pemakaian :

3 x 1 kapsul