|
|
Dibalik Rasa Pahit Menggigit
Jurnal Bogor, 15 Okt 2010 Tokcer
Bikin Nafsu Makan Bogor
- Dari dulu
hingga sekarang, temu hitam atau lebih dikenal dengan nama temu ireng selalu
menjadi solusi para orangtua untuk mendongkrak nafsu makan anak. Seperti
yang dialami Luna (25). Ibu muda itu sempat mengeluh kalau anak perempuannya
sangat susah makan, meski ia sudah mencoba membuat menu variatif setiap
harinya. Usaha Luna tidak itu saja. Ia pun pernah mencoba memberikan Dica
(3) suplemen penambah nafsu makan. Hasilnya, hanya bertahan satu-dua hari.
Selebihnya, lagi-lagi ia kembali susah makan. “Saya sampai harus
kejar-kejaran dulu sama Dica. Kalaupun mau, makanannya cuma diemut-emut
saja,” keluhnya. Keluhan
itu akhirnya terdengar oleh sang mama Lili (50). Berdasarkan pengalaman
terdahulunya, ia pun menyarankan Luna untuk memberikan si cucu tanaman
rimpang bernama Latin Curcuma aeruginosa Roxb itu. Dengan rebusan air temu
ireng yang diminum sehari dua kali sebelum makan oleh Dica, ternyata
hasilnya tokcer. “Anakku jadi seneng makan. Bahkan tanpa disuruh, ia
langsung minta saya menyuapinya,” kata Luna sumringah. Temu
ireng merupakan sejenis tumbuhan yang rimpangnya dapat dimanfaatkan sebagai
campuran obat atau jamu. Umumnya ditemukan tumbuh liar di hutan jati, padang
rumput, atau ladang pada ketinggian 400 hingga 750 meter. Rimpangnya cukup
besar dan bercabang-cabang. Jika rimpang tua dibelah, tampak lingkaran
berwarna biru kehitaman di bagian luarnya. Menurut Ferry, rimpang temu ireng
itu mengandung tanin, kurkumol (bersifat anti neoplastik sehingga mampu
menghambat pertumbuhan sel-sel jaringan kanker), kurkumenol, isokurkumenol,
kurzerenon, kurdion, kurkumalakton, germakron, a, ß, g-elemene,
linderazulene, kurkumin, demethyoxykurkumin, bisdemethyoxykurkumin, dan
minyak atsiri. “Kadar minyak atsiri maksimum terdapat pada waktu rimpang
belum bertunas dan mengeluarkan batang atau daun,” ujar Ferry. Pada
1960, Mahfouz dan Badr EI-Dakhakhny, peneliti Mesir, mengisolasi zat aktif
nigellone dari minyak atsiri temu ireng. Peneliti menemukan, dua minyak
volatil (cenderung menguap pada suhu dan tekanan normal) dalam temu ireng
adalah nigellone dan thymoquinone. Di
tahun sama El-Dakhakhny melaporkan bahwa minyak temu ireng memiliki
kemampuan meredakan radang sendi. Penelitian di laboratorium mengungkapkan
kandungan minyak nigellone dan thymoquinone dalam tanaman tersebut bersifat
antileukimia. Penelitian lainnya, kedua unsur itu membantu meningkatkan
sistem kekebalan tubuh dan efektif untuk mengobati asma dan batuk kering.
Temu ireng juga berkhasiat untuk peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak,
dan pembersih darah setelah melahirkan atau usai menstruasi. “Bagian yang
biasa digunakan sebagai obat adalah rimpangnya. Cuci rimpang, lalu
potong-potong, baru keringkan dengan cara diangin-anginkan agar kandungan
minyak atsirinya tidak berkurang banyak,” tandasnya. M.
Ferry Wong (www.naturaltherapycenter.us) =
Nasia Freemeta I Sumber
: http://www.jurnalbogor.com/?p=130997
|