SmS : 0812 8657 6168

mferrywong@yahoo.com

 

Konseling & Terapi

Senin s/d Sabtu :

(pukul 16.00 - 21.00 / perjanjian)

Minggu :

(sesuai perjanjian)

Komplek Oriana Permata Bintaro F18 No. 27

Bintaro Jaya Sektor 9

Tangerang Selatan - Banten

 

Selasa & Sabtu :

(pukul 10.00 - 15.00)

Pusat Sehati Indonesia

Jl. Danau Kelimutu C 3/28, Bogor Baru

(Samping Masjid Bogor Baru) - Kota Bogor

 

Senin & Kamis :

(sesuai Perjanjian)

Regensi Melati Mas Blok A 14 no.23

Bumi Serpong Damai , Tangerang 15139

 

SIPT : 448/77/SIPT/DINKES/XII/2010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dibalik Rasa Pahit Menggigit

Jurnal Bogor, 15 Okt  2010
Rubrik : Kesehatan

 

Tokcer Bikin Nafsu Makan

Bogor - Dari dulu hingga sekarang, temu hitam atau lebih dikenal dengan nama temu ireng selalu menjadi solusi para orangtua untuk mendongkrak nafsu makan anak. Seperti yang dialami Luna (25). Ibu muda itu sempat mengeluh kalau anak perempuannya sangat susah makan, meski ia sudah mencoba membuat menu variatif setiap harinya. Usaha Luna tidak itu saja. Ia pun pernah mencoba memberikan Dica (3) suplemen penambah nafsu makan. Hasilnya, hanya bertahan satu-dua hari. Selebihnya, lagi-lagi ia kembali susah makan. “Saya sampai harus kejar-kejaran dulu sama Dica. Kalaupun mau, makanannya cuma diemut-emut saja,” keluhnya.

Keluhan itu akhirnya terdengar oleh sang mama Lili (50). Berdasarkan pengalaman terdahulunya, ia pun menyarankan Luna untuk memberikan si cucu tanaman rimpang bernama Latin Curcuma aeruginosa Roxb itu. Dengan rebusan air temu ireng yang diminum sehari dua kali sebelum makan oleh Dica, ternyata hasilnya tokcer. “Anakku jadi seneng makan. Bahkan tanpa disuruh, ia langsung minta saya menyuapinya,” kata Luna sumringah.
Buat orang jaman dulu, ritual mencekok buah hati dengan temu ireng sudah biasa. Tapi sekarang, tradisi tersebut mulai berkurang lantaran rasa pahit dengan aroma sedikit tajam dari koneng hideung, begitu orang Sunda bilang, kurang disenangi anak-anak.
“Rasa pahit itulah ditakuti anak-anak. Jadi, coba berikan sedikit gula merah untuk menguranginya. Ramuan ini cocok dikonsumsi anak di atas usia setahun, karena sudah bisa menelan ataupun mengunyah dengan baik,” kata Pakar Natural Therapy Center M. Ferry Wong kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Temu ireng merupakan sejenis tumbuhan yang rimpangnya dapat dimanfaatkan sebagai campuran obat atau jamu. Umumnya ditemukan tumbuh liar di hutan jati, padang rumput, atau ladang pada ketinggian 400 hingga 750 meter. Rimpangnya cukup besar dan bercabang-cabang. Jika rimpang tua dibelah, tampak lingkaran berwarna biru kehitaman di bagian luarnya. Menurut Ferry, rimpang temu ireng itu mengandung tanin, kurkumol (bersifat anti neoplastik sehingga mampu menghambat pertumbuhan sel-sel jaringan kanker), kurkumenol, isokurkumenol, kurzerenon, kurdion, kurkumalakton, germakron, a, ß, g-elemene, linderazulene, kurkumin, demethyoxykurkumin, bisdemethyoxykurkumin, dan minyak atsiri. “Kadar minyak atsiri maksimum terdapat pada waktu rimpang belum bertunas dan mengeluarkan batang atau daun,” ujar Ferry.

Pada 1960, Mahfouz dan Badr EI-Dakhakhny, peneliti Mesir, mengisolasi zat aktif nigellone dari minyak atsiri temu ireng. Peneliti menemukan, dua minyak volatil (cenderung menguap pada suhu dan tekanan normal) dalam temu ireng adalah nigellone dan thymoquinone.
Nigellone mencegah terjadinya kejang otot dan melebarkan saluran pernapasan, sehingga berkhasiat untuk penyakit pernapasan. Nigellone juga bersifat antihistamin, sehingga membantu mengurangi alergi, sedangkan thymoquinone berkhasiat antiradang dan antinyeri. Senyawa ini efektif untuk menggelontor racun tubuh.

Di tahun sama El-Dakhakhny melaporkan bahwa minyak temu ireng memiliki kemampuan meredakan radang sendi. Penelitian di laboratorium mengungkapkan kandungan minyak nigellone dan thymoquinone dalam tanaman tersebut bersifat antileukimia. Penelitian lainnya, kedua unsur itu membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan efektif untuk mengobati asma dan batuk kering. Temu ireng juga berkhasiat untuk peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak, dan pembersih darah setelah melahirkan atau usai menstruasi. “Bagian yang biasa digunakan sebagai obat adalah rimpangnya. Cuci rimpang, lalu potong-potong, baru keringkan dengan cara diangin-anginkan agar kandungan minyak atsirinya tidak berkurang banyak,” tandasnya.

M. Ferry Wong (www.naturaltherapycenter.us)

= Nasia Freemeta I

Sumber : http://www.jurnalbogor.com/?p=130997

 

 

 

Komposisi :

* Andrographis Paniculata (Sambiloto)      25 mg

* Centela Asiatica (Pegagan)                     25 mg

* Gryptophylum Pictum (Daun Ungu)         25 mg

* Curcuma Xanthorizza (Temulawak)       10 mg

 

 

Botol isi : 30's kapsul

POM TR 103 310 301

HNA : Rp. 60.000,-

 

Pengiriman melalui jasa kurir TIKI.

Natural Fit

 

Manfaat :

  • Membantu sirkulasi darah

  • Membantu memelihara daya tahan tubuh

  • Menambah stamina dengan lancarnya peredaran darah

  • Menjaga fungsi liver tetap prima walaupun ada gangguan polusi, stress karena terlalu banyak bekerja , makan - makanan yang banyak mengandung lemak, dll

  • Menjaga kadar lemak dan kolesterol darah tetap stabil.

  • Menjaga stabilitas penderita hepatitis .

  • Memperbaiki dinding sel dari sisi protein.

  • Meningkatkan produksi dan aliran cairan empedu, sehingga dapat meningkatkan sistem pencernaan

  • Mengikat toxin dalam darah

  • Merangsang RNA polimerase A

  • Membantu melindungi hati dari kerusakan yang disebabkan oleh terapi antiretroviral ( ART ) pada orang HIV .

Cara pemakaian :

Pencegahan            : 1 - 2 Kapsul

Keluhan                  : 3 x 1 - 2 kapsul