|
|
Varikokel,
Musuh Kesuburan Pria
Jurnal Bogor, 20 Maret 2010 Rubrik: Kesehatan
Bogor - Reza (18), calon mahasiswa salah satu sekolah kedinasan di Bogor terlihat gusar. Pasalnya, saat melakukan serangkaian tes kesehatan, diketahui bila di buah zakar Reza ada varikokel. Bayangan dirinya tidak bisa punya anak pun langsung memenuhi benaknya, karena berdasarkan informasi yang didapatkan, kalau seorang pria terkena varikokel bisa menyebabkan kualitas sperma kurang bagus. Lantas, apa itu varikokel? “Varikokel merupakan varises yang terjadi di daerah sekitar buah zakar (skrotum). Karena itu, penyakit ini hanya diderita oleh laki-laki dan umumnya ditemukan secara tidak sengaja ketika penderita melakukan serangkaian tes kesehatan, atau setelah bertahun-tahun menikah, namun belum dikaruniai anak juga,” jawab Pakar Pengobatan Herbal Natural Therapy Center M. Ferry Wong kepada Jurnal Bogor. Wajar saja jika Reza begitu ketakutan, karena penyakit ini dapat mengganggu fungsi testis sebagai pabrik sperma, baik dari segi jumlah maupun kualitas produksinya, sehingga penyakit ini sering diikuti gangguan kesuburan. Malah menurut seorang ahli, mobilitas spermatozoa yang kurang itu dapat ditemukan pada 90 persen pria dengan varikokel, meskipun hormon kelaminnya normal. Faktor penyebab varikokel masih belum diketahui secara pasti, namun dari beberapa pendapat mengatakan bahwa penyakit pelebaran pembuluh darah vena pada skrotum ini disebabkan faktor genetik atau keturunan, dan beberapa makanan dioksidasi tinggi, misalnya panganan yang diolah dengan cara dibakar. “Tekanan tinggi di sekitar perut pun juga berperan untuk terjadinya varikokel. Ini dikarenakan menghambat aliran darah balik, terutama daerah perut sehingga menyebabkan pembuluh darah di sekitar testis melebar. Biasanya ditemukan pada buruh kasar, duduk terlalu lama, dan penyanyi dengan teknik pernapasan tidak benar,” terang Ferry. Dan tidak semua varikokel membutuhkan operasi. Operasi baru dilakukan bila varikokel tersebut dapat teraba (sudah cukup besar), suami dan istri terbukti ada infertilitas, jika istrinya subur, dan hasil tes sperma pada laki-laki membuktikan adanya gangguan. Untuk itu, Ferry menyarankan kepada para pria agar menjaga kesehatan organ vitalnya dengan memperbanyak konsumsi makanan mengandung antioksidan, terutama sayur dan buah yang kaya vitamin A, C, E, dan zinc. Kemudian, sedapat mungkin menghindari paparan zat kimia, listrik, radiasi terus menerus, dan pemakaian celana jeans atau celana ketat. Selain itu, hindari berendam di air panas terlalu sering, karena air panas bisa mempengaruhi suhu di sekitar testis hingga merangsang terjadinya pelebaran pembuluh darah. Awalnya, suhu tinggi ini akan menurunkan kualitas sperma, dan pada tingkat lebih lanjut bisa mengganggu fungsi testis dalam menghasilkan sperma. “Idealnya, suhu testis adalah satu hingga dua derajat di bawah suhu tubuh,” pungkasnya. ( M. Ferry Wong ) Nasia Freemeta Iskandar Sumber : http://www.jurnalbogor.com/?p=89620
|